• MES Batam

MES Batam

Masyarakat Ekonomi Syariah - Batam
  • Home
  • Contact
  • Log in

Ekonomi Kapitalisme Diambang Ajal

Krisis finansial di AS yang kemudian merambat ke Eropa dan ke seluruh dunia sesungguhnya tidak semata-mata menunjukkan krisis ekonomi kapitalis global, tetapi sekaligus menunjukkan krisis ideologi dan peradaban Kapitalisme itu sendiri. Pasalnya, krisis besar dan global ini sudah kerap terjadi, bahkan lima tahun sekali dalam kurun seratus tahun saja. Karena itu, dunia saat ini, sebetulnya tidak layak untuk tetap berharap pada sistem Kapitalisme yang terbukti rapuh ini. Apalagi ekonomi kapitalis sepanjang sejarahnya hanya menciptakan kemakmuran bagi segelintir orang dan memiskinkan sebagian besar penduduk dunia lainnya. Belum lagi karakter ideologi Kapitalisme yang bersifat imperialistik, haus darah serta jauh dari nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

Realitas/Fakta dampak penerapan ekonomi kapitalisme tersebut sudah sangat dirasakan. Bahkan hal ini dengan ”jujur” diakui oleh Menteri Keuangan kita, Sri Mulyani. Di mata Sri Mulyani, ekonomi dunia tak ubahnya pasien sakit. Uniknya, makin banyak perawatan yang diberikan untuk ekonomi dunia, kondisinya justru makin sekarat. Analogi ini disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani dalam sambutan di acara Musrenbang di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/5/2009). Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global 2009 awalnya diperkirakan bisa capai 4,4%. Namun sewaktu kondisi global belum menurun, pada April 2008, prediksi ekonomi 2009 diturunkan jadi 3,8%. “Sementara pertumbuhan ekonomi dunia 2010 diprediksi 1,9%. Tapi sekarang pertumbuhan ekonomi dunia nyungsep ke bawah, tapi prognosa positif di 2010. Kalau seperti pasien, pertumbuhan ekonomi langsung direhabilitasi dan langsung pulang ke rumah. Tapi itu prognosa optimis, jadi bisa cepat rehabilitasi,” katanya.

Pages: 1 · 2

  • By Donny Irawan
  • May 15th, 2009
  • Posted in Ekonomi Syariah
  • 363 views
  • Send feedback »
  Indonesia  
 

Flu Riba lebih berbahaya dari Flu Babi

Dalam pandangan Islam hukum dari Riba adalah haram, demikian juga hukum tentang Babi, juga jelas haram ! Jadi Riba dan babi adalah sama dari sisi Hukum syara’ nya, karena secara tegas dinyatakan tentang keharamannya di dalam Al-Quran. Bedanya, Riba menyangkut perbuatan, sedangkan babi menyangkut benda. Kaidah Ushul Fiqih menyatakan bahwa hukum asal setiap perbuatan terikat dengan hukum syara’, sedangkan hukum asal dari benda adalah boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.

Akhir-akhir ini masyarakat dunia dihebohkan dengan penyakit yang diakibatkan dari hewan babi yang dikenal dengan Flu Babi. Apakah yang dimaksud dengan Flu babi? Flu babi adalah grup dari virus influenza yang dapat menyebabkan flu pada babi. Dimana virus yang menyebabkan wabah flu pada manusia ini berasal dari strain virus Influenza A type H1N1. Secara genetik virus ini juga ditemukan sebagai bagian dari flu manusia, atau juga flu burung. Kasus flu pada manusia ditemukan di United States, Mexico dan Canada.

Berbagai pihak sibuk berupaya untuk menangani terjangkitnya Flu babi tersebut. Hal itu dilakukan mengingat dampak penyakit itu akan mengakibatkan kondisi terparah yaitu menular ke sesama manusia dan akhirnya menimbulkan kematian. Akan tetapi virus penyebab flu babi di daerah tropis seperti di Indonesia adalah rendah, namun Kementrian Kesehatan tetap melakukan monitoring atas kasus kejadian ini melalu surveilans kesehatan. Lima belas rumah sakit se Indonesia di tunjuk oleh pemerintah melalui Departemen Kesehatan untuk melaporkan kasus kejadian di wilayah masing-masing. Demikianlah, upaya serius berbagai pihak yang dilakukan untuk mencegah tersebarnya Flu babi tersebut.

Bagaimana dengan “flu riba” ? Apakah dampak penyakit “flu riba” tidak berbahaya ? Jawabnya, sangat berbahaya ! Bahkan lebih berbahaya dari hanya sekedar “flu babi” ! Betapa tidak ?

Pages: 1 · 2

  • By Donny Irawan
  • May 8th, 2009
  • Posted in Ekonomi Syariah
  • 34 views
  • Send feedback »
  Indonesia  
 

Ekonomi Islam : Solusi Tuntas Masalah Buruh

Hari ini, 1 Mei dikenal dengan Hari Buruh Se-Dunia (International Labour Day) yang di-isitilahkan dengan ”May Day”. Persoalan klasik yang sering muncul pada setiap hari buruh ini adalah tuntutan tentang kesejahteraan buruh. Apalagi kalau tidak masalah seputar “Upah” ! Sehingga tidak jarang tuntutan upah ini mengakibatkan buruh melakukan demonstrasi atau bahkan mogok bekerja, menuntut peningkatan kesejahteraan.

Fakta menunjukkan bahwa dalam sistem ekonomi yang diterapkan saat ini, dalam menentukan besar gaji atau upah, perusahaan dituntut untuk memenuhi tuntutan yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan pekerjaan seperti hak-hak buruh dalam pendidikan, kesehatan, libur, cuti (termasuk cuti haid, hamil dan melahirkan bagi buruh wanita), sampai ke penyediaan fasilitas, perumahan, kesehatan, olah raga, dan lain-lain, sehingga komponen gaji dalam sistem ekonomi kapitalis sangat banyak sekali.

Pages: 1 · 2

  • By Donny Irawan
  • May 1st, 2009
  • Posted in Ekonomi Syariah
  • 291 views
  • Send feedback »
  Indonesia  
 

Selamat Tinggal Kesejahteraan !

Pemilu kali ini, setidaknya berdasarkan perhitungan Quick Count LSI, menunjukkan, bahwa Partai Demokrat sudah pasti memenangkan “pesta demokrasi”. Dengan hasil seperti ini, terbukti bahwa pemilu tidak membawa perubahan, bahkan semakin mengokohkan partai nasionalis, yaitu Partai Demokrat, Golkar, dan PDIP.

Di tengah sikap apatisme masyarakat terhadap sistem demokrasi yang diimplementasikan di Indonesia dalam bentuk Pemilu secara langsung yang terbukti berbiaya tinggi dan belum tentu hasilnya mampu mensejahterakan rakyat, muncul perdebatan mengenai negara yang berkesejahteraan.

Proses penyesatan pemikiran terus dilakukan terhadap masyarakat yang tengah mengalami apatisme terhadap sistem demokrasi ini. Mereka hanya diberi dua pilihan saja: sistem demokrasi dengan sistem otoritarian. Ketika masyarakat telah phobi terhadap sistem otoritarian, mereka tentu akan memilih sistem demokrasi. Namun, ketika sistem demokrasi yang diterapkan ternyata tidak menyelesaikan persoalan kesejahteraan, mereka kebingungan mencari-cari kambing hitam. Benarkah demokrasi menjamin kesejahteraan rakyat ?

Pages: 1 · 2

  • By Donny Irawan
  • April 23rd, 2009
  • Posted in Ekonomi Syariah
  • 53 views
  • 1 feedback »
  Indonesia  
 

Pesta Demokrasi = Syahwat Kapitalisme

Suasana kehidupan materialistis saat ini menjadikan orang-orang mencampakkan ajaran agamanya dan menjadikan harta sebagai tujuan hidupnya. Bagaimanapun caranya yang penting bagi mereka adalah uang dan harta serta kedudukan dapat diperoleh. Akibat perilaku ekonomi kapitalis ini, banyak orang ingin mendapatkan harta dengan berbagai jalan. Itulah godaan dunia yang sering di-istilahkan “3-TA” : Harta, Tahta dan Wanita. Fakta membuktikan, bahwa tenyata 3-TA tadi, akan dapat diperoleh dengan mudah, apabila seseorang dapat duduk di kursi “empuk” anggota Legislatif melalui Pemilihan Umum (Pemilu). Betapa tidak, apapun rela dikorbankan demi menjadi anggota dewan yang sarat dengan berbagai tunjangan dan fasilitas. Siapa yang tidak “tergiur” dengan semua itu ?

Pemilu sering disebut dengan “Pesta Demokrasi”, sekaligus sebagai”pesta pora” nya kaum materialis. Layaknya sebuah pesta, Pemilu hanyalah luapan kegembiraan sesaat. Kegembiraan itu ditandai antara lain oleh menjamurnya partai peserta Pemilu; ribuan Calon Legislatif (caleg); jutaan spanduk, baliho dan bendera; ramainya berbagai media cetak dan elektronik oleh iklan politik; hingar-bingar pidato dan janji-janji para tokoh partai dan para caleg; gegap-gempitanya kampanye yang dibumbui aneka ragam acara hiburan yang tentu saja semua itu sudah menghabiskan biaya triliunan rupiah. Ya, itulah demi untuk memuaskan “syahwat kapital”, maka partai politik dan para caleg, rela mengeluarkan dana besar.

Pages: 1 · 2

  • By Donny Irawan
  • April 17th, 2009
  • Posted in Ekonomi Syariah
  • 200 views
  • Send feedback »
  Indonesia  
 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ... 20 >>
  • July 2009
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
     << <   > >>
        1 2 3 4 5
    6 7 8 9 10 11 12
    13 14 15 16 17 18 19
    20 21 22 23 24 25 26
    27 28 29 30 31    
  • Categories

    • All
    • Acara
    • Berita Ekonomi Syariah
    • Ekonomi Syariah
    • Internal
    • Perilaku Ekonomi Syariah
    • Profil MES Batam
  • MES Batam

    • Recently
    • Archives
    • Categories
    • Latest comments
  • Search




  • XML Feeds

    • RSS 2.0: Posts, Comments
    • Atom: Posts, Comments
    What is RSS?
  • VISI

    Visi Masyarakat Ekonomi Syariah adalah menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistim ekonomi dan etika bisnis Islami di Indonesia.
  • Contents

    • Ekonomi Kapitalisme Diambang Ajal
    • Flu Riba lebih berbahaya dari Flu Babi
    • Ekonomi Islam : Solusi Tuntas Masalah Buruh
    • Selamat Tinggal Kesejahteraan !
    • Pesta Demokrasi = Syahwat Kapitalisme
    • Dunia Perlu Sistem Ekonomi Baru
    • Hidup Tidak Akan Pernah Sejahtera Dengan Utang !
    • Kenapa Islam Mengharamkan Riba Secara Keras ?
    • Bagaimana Ekonomi Islam Memajukan Sektor Riil ?
    • Berharap pada Paska Syariah Fair Batam 2009
    • Bisakah Berharap pada Hasil "WIEF"?
    • Kenapa Ekonomi Islam Sulit Diterapkan?
    • Stimulus Ekonomi = "Obat Bius" Krisis Ekonomi
    • UUD = Ujung Ujungnya Duit
    • Antara Fatwa Rokok dan Perbankan Syariah
    • Oleh Oleh dari Konferensi Ekonomi Islam Internasional, Karthoum, Sudan
    • Ikan Seharusnya Hidup di Air
    • Keledai-pun Tidak Masuk Kedalam Lubang Yang Sama!
    • Islam tidak memerlukan Sunset Policy
    • Ada Apa dengan Bunga Nol Persen?

powered by b2evolution free blog software


Contact | Powered by b2evolution
Credits: Server Merdeka // //